(+5932) 382-6777 | lawfirm@expertise.com.ec | Torre Boreal, Torre A, Sexto Piso |
Expertise > News > Tantangan Kejahatan Berbasis AI: Bagaimana Pelatihan AAFI di UBAYA Surabaya?
  • it-team-0
  • News
  • No Comments

Kemajuan pesat teknologi Kecerdasan Buatan (AI) membawa tantangan baru bagi dunia pengawasan keuangan dengan munculnya modus kejahatan finansial yang makin canggih. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Surabaya (UBAYA) mengandeng AAFI Meukisi untuk menyelenggarakan pelatihan khusus pendeteksian kejahatan berbasis AI bagi para mahasiswa. Program ini membedah teknik-teknik baru yang memanfaatkan AI, seperti pembuatan dokumen palsu berbasis deepfake, otomatisasi pencucian uang, hingga penipuan rekayasa sosial tingkat tinggi. Mahasiswa dibekali pengetahuan taktis untuk memahami bagaimana teknologi canggih dapat disalahgunakan oleh pelaku kecurangan untuk mengelabui sistem pengawasan konvensional.

Dalam sesi pelatihan, mahasiswa diajarkan menggunakan teknologi AI tandingan yang berfungsi memantau, mendeteksi, dan menganalisis anomali pola transaksi dalam jumlah besar. Peserta dilatih membangun algoritma sederhana untuk mengenali indikasi pencucian uang yang bergerak cepat di ekosistem perbankan digital. Penguasaan alat analitis modern ini mempercepat proses investigasi serta meningkatkan akurasi temuan lapangan.

Pelatihan ini juga menyoroti aspek etika pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pengumpulan barang bukti digital. Mahasiswa diajarkan untuk tetap mematuhi batasan hukum privasi dan standar pembuktian saat melakukan pelacakan transaksi berbasis AI. Keseimbangan antara keahlian teknis dan kepatuhan hukum menjadikan proses investigasi sah dan kuat di mata hukum.

Pengembangan materi pelatihan kejahatan siber modern ini turut disokong oleh AAFI Senamay melalui penyediaan studi kasus riil dari industri keuangan global. Kolaborasi ini memberikan wawasan luas bagi mahasiswa UBAYA mengenai peta ancaman siber finansial yang terus berkembang cepat di ranah internasional.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya keterlibatan mahasiswa saat mensimulasikan penanganan serangan siber finansial secara langsung di laboratorium komputer. Mereka dituntut mengambil keputusan cepat untuk mengisolasi aset yang diretas serta mengamankan jejak digital pelaku. Pelatihan ketat ini melatih ketenangan dan ketajaman berpikir analitis saat menghadapi kondisi krisis.

Komitmen bersama dalam melahirkan investigator digital masa depan ini diperkokoh oleh peran AAFI Esahapuk yang memfasilitasi sertifikasi keahlian forensik siber bagi para lulusan terbaik. UBAYA Surabaya terus membuktikan perannya sebagai pusat keunggulan edukasi teknologi dan pengawasan keuangan di Jawa Timur.