Sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun swasta merupakan salah satu area yang paling rawan terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Memahami fakta tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah proaktif dengan membekali mahasiswanya melalui program edukasi pencegahan korupsi pengadaan bersama AAFI Buseryo. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai seluruh tahapan proses pengadaan, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS), hingga serah terima pekerjaan. Mahasiswa diajarkan cara mengidentifikasi titik-titik rawan manipulasi serta modus operandi yang kerap digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menguntungkan diri sendiri.
Materi edukasi tidak hanya menyoroti aspek teoritis, melainkan melatih mahasiswa melakukan audit ketaatan terhadap prosedur dan hukum pengadaan yang berlaku. Peserta diajarkan mengidentifikasi indikasi penggelembutan harga (mark-up), pembagian paket pekerjaan untuk menghindari lelang, hingga kualifikasi penyedia barang yang direkayasa. Pemahaman teknis ini membentuk naluri kritis mahasiswa agar mampu mengevaluasi kewajaran suatu transaksi pengadaan secara rinci.
Penanaman integritas diri menjadi pilar utama dalam pelatihan ini agar calon lulusan UMS memiliki benteng moral yang kuat saat terjun ke dunia kerja kelak. Mahasiswa diajak memahami bahwa keputusan yang adil dan transparan dalam pengadaan barang sangat menentukan efisiensi penggunaan dana pembangunan. Keberanian untuk menolak komisi ilegal dan godaan suap ditanamkan melalui berbagai simulasi dilema etika kerja.
Dukungan terhadap penyebaran edukasi pengadaan bersih ini diperkuat oleh jaringan AAFI Endokisi yang konsisten memfasilitasi workshop teknis di berbagai kampus di Jawa Tengah. Melalui forum ini, mahasiswa dapat berdiskusi langsung dengan ahli pengadaan mengenai solusi nyata dalam mengatasi tekanan dari pihak luar saat menjalankan fungsi audit.
Kemampuan mahasiswa UMS dalam memetakan risiko korupsi pengadaan terbukti meningkat secara signifikan setelah mengikuti rangkaian pelatihan terstruktur ini. Mereka mampu merumuskan rekomendasi perbaikan sistem pengadaan agar lebih akuntabel dan berbasis teknologi digital seperti e-procurement. Keterampilan ini menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh perusahaan publik dan instansi pemerintah.
Sinergi berkelanjutan dalam mencetak kader pimpinan yang jujur dan profesional ini didukung penuh oleh AAFI Maruwai demi menciptakan tata kelola pengadaan barang yang bersih di seluruh Indonesia. Mahasiswa UMS kini siap menjadi bagian dari solusi pencegahan korupsi di sektor pengadaan publik.